Bank Sampah Indramayu Sulap Minyak Jelantah Jadi Bernilai Ekonomis
Di tingkat masyarakat, upaya tersebut telah dijalankan oleh sejumlah bank sampah. Salah satunya Bank Sampah Rumah Hijau di Kecamatan Sindang yang aktif menerima setoran minyak jelantah dari warga. Setiap bulannya, bank sampah ini mampu mengumpulkan rata-rata 63 kilogram minyak jelantah dengan nilai jual sekitar Rp4.000 per kilogram. Sistem tabungan diterapkan bagi para nasabah, di mana saldo dapat dicairkan setelah enam bulan atau ketika telah mencapai Rp50.000.
Tak hanya dari rumah tangga, Bank Sampah Rumah Hijau juga bekerja sama dengan pelaku usaha kuliner seperti pedagang kaki lima dan kedai makanan. Pengambilan minyak jelantah dari mitra usaha biasanya dilakukan dalam jumlah besar, rata-rata lebih dari 20 kilogram setiap penjemputan, dengan jadwal yang menyesuaikan ketersediaan stok.
Upaya serupa juga dilakukan oleh Bank Sampah Jembangan Jaya di Kecamatan Lemahabang. Bank sampah ini mencatat penerimaan minyak jelantah dari warga berkisar antara 10 hingga 15 liter setiap bulan. Harga yang ditawarkan sebesar Rp3.000 per 600 mililiter atau setara satu botol air mineral. Setoran dilakukan langsung oleh nasabah ke lokasi bank sampah, umumnya pada akhir bulan.
Melalui pengelolaan minyak jelantah yang terorganisir, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan terus meningkat, sekaligus membuka peluang ekonomi dari limbah rumah tangga yang selama ini terabaikan.
Editor : Tomi Indra Priyanto