Lawan Politik Uang dengan Buku: Bawaslu Indramayu Siapkan Pojok Literasi di Perpustakaan S16
Sementara itu, tim dari Bawaslu Indramayu yang diwakili oleh M. Agus Ryanto dan Budi Taryono menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk merangkul berbagai elemen masyarakat secara lebih luas, mulai dari kaum terpelajar hingga tokoh spiritual.
"Acara ini sebagai upaya membangun relasi dengan masyarakat luas bahwa pengawasan harus juga lahir dari kalangan masyarakat umum, pelajar, dan unsur tokoh masyarakat serta tokoh agama," ungkap tim Bawaslu.
Lebih dari sekadar momentum pemilu, Bawaslu Indramayu menekankan bahwa esensi dari kerja sama ini adalah menciptakan budaya pengawasan yang berkelanjutan. Buku dan literasi dianggap sebagai sarana paling efektif untuk menjaga integritas kepemimpinan bahkan setelah masa pencoblosan usai.
"Agar pengawasan kepemimpinan demokrasi bukan hanya saat pemilu saja, tapi setelah itu, saat menjabat pun kita bersama-sama membangun kesadaran pengawasan kepemimpinan demokrasi," tandasnya.
Rencananya, kerja sama literasi ini akan diresmikan melalui penandatanganan MoU dalam waktu dekat. Kehadiran Pojok Literasi Bawaslu di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi oase pengetahuan sekaligus benteng pertahanan demokrasi di Kabupaten Indramayu melalui gerakan membaca dan berdiskusi.
Editor: Tomi Indra Priyanto