Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Marak Kebakaran, Damkar Indramayu Minta Masyarakat Waspada
Advertisement . Scroll to see content

Tradisi Mapag Sri di Mundakjaya Didorong Jadi Pilar Pemajuan Kebudayaan dan Edukasi Generasi Muda

Rabu, 13 Mei 2026 | 12:51 WIB
  • author Wahyu Topami
Tradisi Mapag Sri di Mundakjaya Didorong Jadi Pilar Pemajuan Kebudayaan dan Edukasi Generasi Muda
Pelaksanaan sarasehan budaya yang membahas filosofi spiritual dan pelestarian tradisi Mapag Sri Mundakjaya di Kabupaten Indramayu, Senin (11/5/2026). (Foto: Istimewa)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Pelestarian nilai-nilai lokal terus diperkuat melalui gelaran tradisi Mapag Sri Mundakjaya yang menjadi simbol harmonisasi masyarakat agraris dengan alam dan Sang Pencipta. Ritus budaya ini kembali diangkat ke permukaan dalam kegiatan, Sarasehan Ngaji Budaya Mundakjaya Lestari 2026 bertema, Mapag Sri: Tradisi, Spiritualitas, dan Warisan Budaya Tani Desa Mundakjaya” yang berlangsung di Balai Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, pada Senin (11/5/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pukul 19.30 hingga 23.00 WIB ini tidak sekadar seremoni, melainkan forum diskusi mendalam yang menghadirkan budayawan, dalang, dan tokoh adat. Mereka berkumpul untuk membedah nilai spiritual, filosofi tani, hingga urgensi edukasi bagi generasi muda agar tetap mencintai akar budaya mereka melalui tradisi Mapag Sri Mundakjaya.

Demang Keraton Kacirebonan, Muhamad Mukhtar Zaedin, menjelaskan bahwa Mapag Sri adalah ritual menjemput kemuliaan hasil bumi. Dalam perspektif manuskrip kuna, kata Mapag berarti menjemput dan Sri bermakna kemuliaan atau keberuntungan. Ia menekankan bahwa memuliakan padi adalah bentuk penghargaan terhadap sumber kehidupan.

“Kalau padi langsung dijual di sawah atau ditebas, itu bukan mapag sri tapi mapag duit,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Elang Panji Jaya Prawira Kusuma menekankan pentingnya tata waktu bercocok tanam atau guna tani. Sementara Ki Dalang Nur Teja menguraikan filosofi peralatan tani seperti pacul (cangkul) yang sarat pesan moral untuk bekerja keras dan tetap mendekatkan diri kepada ilmu serta ketuhanan.

Editor: Tomi Indra Priyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut