Tutup Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Hijaukan Pesisir Eretan Kulon dengan Ribuan Mangrove
Lebih lanjut, Sirojudin memaparkan dampak nyata yang dirasakan warga akibat hilangnya benteng hijau alami di pesisir. Banjir rob secara berkala merendam pemukiman, merusak ratusan rumah warga, mengganggu sanitasi, hingga melumpuhkan tambak-tambak budidaya yang menjadi urat nadi perekonomian nelayan lokal.
"Jika kita tidak bergerak menanam dari sekarang, pemukiman warga dan infrastruktur strategis kita akan tenggelam. Mangrove adalah benteng alami terbaik untuk memecah gelombang, menahan laju abrasi, sekaligus memulihkan habitat biota laut seperti ikan dan kepiting yang menjadi sumber penghidupan nelayan," terangnya.
Gerakan peduli lingkungan yang digagas oleh pengurus partai berlambang banteng moncong putih ini diarahkan untuk menyentuh kebutuhan paling mendasar dari masyarakat nelayan tradisional. Sinergi dengan warga lokal menjadi kunci sukses kelangsungan hidup bibit bakau yang baru ditanam.
Ia menambahkan, ini adalah implementasi nyata dari ajaran Bung Karno tentang Ambeg Paramarta, yaitu mendahulukan hal-hal yang mendesak untuk kepentingan rakyat banyak.
Sirojudin berharap, Kegiatan Bulan Bung Karno ini mampu memicu kesadaran kolektif masyarakat agar terus merawat bibit yang telah ditanam. Melalui gerakan PDI Perjuangan Indramayu mangrove ini diharapkan menjadi pemantik bagi korporasi dan instansi lain untuk ikut andil melakukan penghijauan secara berkala. PDI Perjuangan Indramayu akan terus mengawal program pemulihan lingkungan pesisir Pantura secara berkelanjutan demi memastikan ketahanan wilayah dari dampak perubahan iklim global.
Editor : Tomi Indra Priyanto