13 Ribu Hektare Sawah Terancam Kekeringan, Indramayu Andalkan Normalisasi Irigasi
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Bentangan hijau persawahan di sepanjang jalur pantura kini tengah berkejaran dengan waktu di tengah pasokan hidrasi yang terus menyusut. Retakan-retakan tanah yang mulai tampak di sela-sela batang padi muda menjadi sinyal alarm bagi ketahanan pangan daerah, memicu kecemasan mendalam di kalangan kelompok tani lokal. Menghadapi situasi darurat ini, koordinasi lintas sektoral dipacu lebih kencang demi mengalirkan kembali sisa-sisa air dari hulu sebelum terlambat.
Upaya penyelamatan logistik pertanian secara masif dan maraton mulai digulirkan instansi terkait guna meminimalisasi kerugian menyusul fenomena krisis air di Kandanghaur yang kini kian meluas dampaknya.
Sekitar 13.000 hektar sawah di wilayah Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, terdampak krisis air di Kandanghaur akibat menurunnya debit saluran irigasi di musim kemarau tahun ini. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto, mengatakan pihaknya tengah mengebut normalisasi saluran secara intensif untuk mengatasi persoalan krusial ini.
Langkah pengerukan sedimen lumpur terus dilakukan agar aliran air dari bendung utama bisa menjangkau area sawah terdampak yang posisinya berada di ujung saluran distribusi. Keterbatasan debit musiman membuat optimalisasi infrastruktur menjadi satu-satunya jalan keluar.
"Ada 13.000 hektar yang terdampak dari saluran Kandanghaur," ujar Sugeng, Senin (6/7/2026).
Editor : Tomi Indra Priyanto