Tuntut Perbaikan Breakwater, Nelayan Karangsong Ancam Mogok Bayar PNBP hingga Aksi ke Jakarta
Sementara itu, Ketua KPL Mina Sumitra, H. Suwarto, mengatakan kondisi muara terus memburuk meski pihaknya telah melakukan pengerukan secara mandiri. Menurutnya, sedimentasi semakin cepat terjadi setelah breakwater mengalami kerusakan.
"Mina Sumitra memiliki dua tongkang. Satu digunakan untuk menarik kapal keluar masuk pelabuhan, sedangkan satu lagi untuk pemeliharaan alur sungai atau pengerukan. Namun tahun ini kondisinya jauh lebih parah karena breakwater tenggelam sehingga pasir yang dibawa ombak semakin cepat masuk ke alur pelayaran," ujarnya.
Menurut Suwarto, pihaknya juga telah meminta bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Indramayu. Permintaan tersebut ditindaklanjuti dengan pengiriman satu unit kapal keruk. Namun, upaya itu dinilai belum mampu mengatasi persoalan yang terus berulang.
"Alhamdulillah minggu lalu kami mendapat bantuan satu kapal keruk dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Indramayu, tetapi hasilnya belum mampu mengatasi pendangkalan yang terus terjadi," katanya.
Editor : Tomi Indra Priyanto