Antisipasi El Nino di Jawa Barat, BBWS Citarum Lakukan Modifikasi Cuaca
INDRAMAYU, InewsIndramayu.id -
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan air irigasi, termasuk bagi lahan pertanian di Kabupaten Indramayu yang saat ini mengalami kekurangan air.
Kepala BBWS Citarum, Abdul Ghoni Majdi, mengatakan OMC menjadi salah satu strategi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air bersama para pengelola Waduk Kaskade Citarum agar ketersediaan air tetap terjaga selama musim kemarau.
"Kami melakukan Operasi Modifikasi Cuaca untuk menambah tampungan air di waduk sekaligus memicu hujan di daerah yang mengalami kekeringan. Kegiatan itu sudah dimulai sejak awal pekan ini," kata Abdul Ghoni, Rabu (5/8/2026).
Dalam pelaksanaannya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui BBWS Citarum bekerja sama dengan tiga pengelola Waduk Kaskade Citarum, yakni Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. Tujuannya untuk mengantisipasi dampak musim kemarau dan El Niño agar pasokan air baku, irigasi, industri, hingga pembangkitan energi listrik tetap terjamin.
Pelaksanaan OMC di daerah tangkapan air (DTA) Waduk Kaskade Citarum telah berlangsung sejak 30 Juli 2026. Hingga 5 Agustus 2026, tercatat telah dilaksanakan empat sortie penerbangan penyemaian awan menggunakan pesawat Casa 212-200 TNI AU dengan total waktu terbang 5 jam 50 menit.
Selama operasi tersebut, tim menggunakan 3.200 kilogram bahan semai natrium klorida (NaCl) untuk memicu pembentukan hujan di wilayah sasaran.
Berdasarkan hasil pemantauan pos hujan, curah hujan selama periode OMC pada 30 Juli hingga 5 Agustus 2026 berkisar antara 0,5 milimeter hingga 40 milimeter. Dari hasil evaluasi, secara umum terjadi peningkatan curah hujan sebesar 27,18 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.
Menurut Abdul Ghoni, hasil tersebut menunjukkan OMC mampu membantu memicu hujan meski potensi awan selama pelaksanaan relatif terbatas.
"Memang ada beberapa hujan, tetapi potensi awannya masih ringan. Di Subang sempat turun hujan, namun kadang hujannya bergeser ke Bogor atau Sukabumi," ujarnya.
Ia menjelaskan, BBWS Citarum berharap hujan tidak hanya turun di kawasan hulu seperti Bandung dan Cianjur untuk menambah cadangan air waduk, tetapi juga di wilayah hilir yang saat ini mengalami kekeringan.
"Harapan kami sebenarnya hujan turun di kawasan hulu seperti Bandung dan Cianjur agar bisa menambah cadangan air waduk. Tetapi secara pribadi saya juga berharap hujan turun di Subang, Karawang, sampai Indramayu supaya bisa langsung membantu lahan pertanian," katanya.
Secara umum, pelaksanaan OMC dinilai berhasil memicu hujan di wilayah DTA Waduk Kaskade Citarum yang meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Purwakarta. Selain itu, hujan juga terjadi di sejumlah wilayah hilir DAS Citarum, seperti Kabupaten Subang dan Kabupaten Bogor, sehingga turut memberikan pembasahan lahan sebagai bagian dari mitigasi kekeringan.
Meski demikian, Abdul Ghoni menegaskan keberhasilan OMC tetap dipengaruhi kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang layak disemai.
"Ini tetap bergantung pada kondisi alam. Yang jelas, kami sudah melakukan berbagai upaya, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca. Intinya, kami berupaya semaksimal mungkin," tegasnya.
Selain OMC, BBWS Citarum juga melakukan berbagai langkah lain untuk menjaga pasokan air selama musim kemarau, seperti suplai air dari Bendungan Sadawarna, normalisasi saluran irigasi, serta koordinasi dengan Perum Jasa Tirta II (PJT II), Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan TNI guna mengoptimalkan distribusi air ke daerah pertanian, termasuk Kabupaten Indramayu.
Editor : Tomi Indra Priyanto