Petani Lumpuh, Akses Terputus
Tak hanya merendam hunian, banjir juga melumpuhkan urat nadi ekonomi warga yang mayoritas bekerja sebagai petani. Akses jalan menuju lahan pertanian terendam air setinggi lutut orang dewasa, membuat para petani tidak bisa turun ke sawah.
"Aktivitas pertanian lumpuh total. Jalur utamanya tertutup luapan air yang melewati senderan bendungan," tambahnya.
Laporan ke BBWS Tak Kunjung Direspon
Ironisnya, kerusakan pintu Bendungan Cipondoh ini bukan masalah baru. Dartim mengaku pihak pemerintah desa sudah melaporkan kerusakan tersebut ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sejak musim kemarau lalu.
Namun, hingga debit air sungai meningkat di musim penghujan ini, belum ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk memperbaiki fasilitas vital tersebut.
"Sudah kami laporkan sejak musim kemarau tahun ini, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan dari pihak BBWS," keluh Dartim. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
