Ketakutan pada Hama Sempat Tunda Masa Tanam
Fenomena unik terjadi di lapangan. Puryanto mengamati bahwa ketakutan petani terhadap keganasan hama tikus jauh lebih besar daripada ketakutan kehilangan sumber air. Hal ini bahkan sempat memicu penundaan masa tanam di beberapa wilayah lumbung padi.
"Kemarin di Cikawung banyak lahan sudah basah tapi petani tidak mau persemaian karena takut hama tikus. Solusinya bukan setrum, tapi kita harus tingkatkan lagi kegotongroyongan lewat aksi gropyokan untuk mengoperasi tikus secara massal," jelasnya.
Gropyokan: Solusi Aman dan "Guyub Rukun"
Dibandingkan menggunakan metode yang membahayakan nyawa, DKPP mendorong masyarakat tani untuk menghidupkan kembali kearifan lokal berupa budaya gropyokan. Metode berburu tikus secara massal ini dinilai jauh lebih efektif secara jangka panjang dan mempererat solidaritas antarpetani.
Puryanto berharap para kelompok tani bisa kembali bersatu dan mengedepankan prinsip keselamatan dalam menjaga aset pertanian mereka.
"Intinya kita harus menumbuhkembangkan kembali budaya gropyokan ini agar petani nyaman melaksanakan pola tanam tanpa harus mengabaikan keselamatan," tutup Puryanto. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
