Krisis UHC Indramayu, DPRD Sisir Sumber Dana Selamatkan Layanan Kesehatan

Wahyu Topami
Ketua komisi III, DPRD Indramayu, Imron Rosadi, saat sidak Dinas Kesehatan, Kamis (19/2/2026). (Foto: iNewsIndramayu.id/Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Program jaminan kesehatan Universal Health Coverage atau UHC Indramayu saat ini tengah berada dalam kondisi kritis. Sebanyak 84.000 warga kini menghadapi ketidakpastian layanan kesehatan akibat anggaran yang sangat terbatas dan hanya mampu bertahan hingga pertengahan tahun ini.

Ketua Komisi II DPRD Indramayu, Imron Rosadi, mengungkapkan fakta mengejutkan saat melakukan sidak ke Dinas Kesehatan setempat. Ia menemukan bahwa pemotongan kepesertaan terjadi secara masif yang berdampak langsung pada masyarakat kelas bawah.

“Hari-hari ini PBI JKN juga kepesertaannya banyak yang terputus, sekitar 84.000 masyarakat Indramayu PBI JKN-nya terputus,” ungkap Imron Rosadi, Kamis (19/2/2026).

Anggaran UHC Indramayu Hanya Bertahan Sampai Juni 2026

Persoalan utama yang memicu krisis ini adalah defisit anggaran yang cukup besar. Dari total kebutuhan dana sekitar Rp200 miliar untuk mengcover seluruh warga, Pemerintah Kabupaten Indramayu baru mengalokasikan dana yang sangat jauh dari target.

“Di APBD Kabupaten Indramayu tahun ini hanya baru menganggarkan Rp56 miliar dari jumlah sekitar Rp200 miliar dan itu hanya berlaku sampai bulan Juni. Nah, kami Komisi II sangat mengkhawatirkan dengan keadaan seperti ini,” tegas Imron Rosadi.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network