Bulog Tak Masuk, Gabah Petani Cikawung Indramayu Menumpuk Akibat Akses Jalan Buruk

Wahyu Topami
Tumpukkan gabah petani di Indramayu. (Foto: Wahyu Topami)

Padahal, kehadiran Bulog dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas harga gabah serta membantu petani menjual hasil panennya.

Khaeri mengaku telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk dinas terkait, pemerintah kecamatan, hingga kementrian. Namun hingga kini, belum ada solusi yang diberikan.

“Sudah koordinasi dengan dinas pertanian, camat (Kroya), dan Kementrian Pertanian, tetapi belum ada jawaban,” ujarnya.

Saat ini, sebagian gabah miliknya masih tersimpan dan belum terjual. Ia menyebut jumlahnya mencapai sekitar 3,5 ton, sementara gabah milik petani lain juga masih banyak yang tertahan di area persawahan.

“Sekitar 3,5 ton, dan yang lainnya masih banyak di dalam,” katanya.

Para petani berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki akses jalan serta memastikan adanya penyerapan gabah, agar hasil panen tidak terus menumpuk dan merugikan petani.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network