Warlim berharap pemerintah segera mempercepat proses pembayaran HOK Tebu karena seluruh kewajiban peserta program telah dipenuhi.
"Kami telah melaksanakan keseluruhan kegiatan olah lahan dan telah selesai melakukan tanam per Mei 2026. Maka dengan telah dipenuhinya kewajiban kami selaku penerima program, harapannya uang bantuan HOK untuk segera dicairkan," ujarnya.
Para petani menjelaskan, dana HOK sangat dibutuhkan untuk membiayai pemeliharaan tanaman tebu pada fase awal pertumbuhan. Perawatan yang tepat dinilai akan menentukan produktivitas tanaman hingga masa panen.
Program perluasan lahan tebu sendiri merupakan salah satu strategi nasional Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi gula nasional dan mendukung target swasembada gula. Karena itu, para petani berharap proses administrasi pembayaran HOK Tebu dapat segera diselesaikan sehingga kegiatan pemeliharaan tanaman tidak terkendala akibat keterbatasan biaya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
