Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Lahan Gardu PLN Jatibarang Indramayu Terbakar, Api Tak Merembet ke Instalasi Listrik
Advertisement . Scroll to see content

Tega, 9 Tahun Kerja di Singapura, PMI Asal Indramayu Hanya Dibayar Rp12 Juta

Rabu, 20 Agustus 2025 | 09:18 WIB
  • author Selamet Hidayat
Tega, 9 Tahun Kerja di Singapura, PMI Asal Indramayu Hanya Dibayar Rp12 Juta
L (28), seorang Pekerja Migran Indonesia asal Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. (Foto: Istimewa)

Ironisnya, setiap bulan ia dipaksa menandatangani kwitansi penerimaan gaji, tetapi uang tersebut tidak pernah benar-benar diberikan oleh majikan.

Puncaknya terjadi pada Maret 2025, ketika keluarga L meminta hak gajinya untuk biaya sekolah adiknya. Bukannya membayarkan upah penuh selama 9 tahun, sang majikan hanya menyerahkan 1.000 dolar Singapura atau sekitar Rp12 juta.

Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Kondisi L semakin memprihatinkan. Pada Juli 2025, ia bahkan dibawa ke rumah sakit jiwa oleh orang kepercayaan majikan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ia dirawat selama sebulan tanpa penjelasan yang jelas, lalu dipulangkan ke Indonesia begitu saja.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, pihak imigrasi menghubungi keluarganya untuk menjemput. Saat itu, kondisi L masih mengalami depresi ringan akibat tekanan fisik dan psikis selama bekerja.

Editor: Tomi Indra Priyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut