Polisi Ungkap Praktik Oplos Gas LPG dan BBM Subsidi di Indramayu, Pelaku Kantongi Untung Fantastis
Sementara itu, dalam kasus berbeda, petugas juga mengamankan seorang perempuan berinisial H (35) yang diduga melakukan penyelewengan BBM jenis Pertalite. Tersangka diketahui membeli BBM bersubsidi menggunakan beberapa barcode milik orang lain untuk mengakali pembatasan pembelian.
"Setelah mengisi di mobil, BBM tersebut dipindahkan ke dalam galon atau jerigen berkapasitas 15 hingga 35 liter, kemudian dijual kembali dengan harga yang jauh lebih mahal dari harga subsidi," jelas Fajar.
Barang bukti yang diamankan dalam kasus ini antara lain satu unit mobil pick-up, galon berisi Pertalite, sejumlah jerigen kosong, serta alat bantu seperti corong dan selang. Polisi juga menyita telepon genggam yang berisi data barcode yang digunakan dalam aksi tersebut.
Fajar menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Kami akan melakukan penyidikan secara profesional dan tuntas, termasuk melaksanakan uji laboratorium dan pemeriksaan ahli migas. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan masyarakat tidak dirugikan oleh praktik-praktik ilegal seperti ini," pungkasnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto