DPR RI Soroti Ketimpangan Lahan Petani Indramayu, Singgung Oligarki dan Kemiskinan Struktural
Lebih lanjut, Guru Besar bidang kelautan ini juga menyinggung penguasaan lahan di Indonesia yang dinilai semakin terkonsentrasi pada kelompok tertentu atau oligarki. Hal inilah yang dinilai memperlebar jurang pemisah antara kelompok kaya dan miskin di daerah pesisir serta pertanian.
“Ada 0,2 persen pengusaha besar yang punya lahan sekitar 70 persen dari total lahan di Indonesia,” katanya.
Ia menilai bahwa selama ketimpangan lahan petani Indramayu dan daerah lainnya tidak diperbaiki melalui reforma agraria yang nyata, maka kesenjangan ekonomi akan terus menghantui masyarakat. Pemerintah didorong untuk lebih berani dalam mengambil kebijakan yang berpihak secara nyata kepada rakyat kecil, khususnya para petani dan nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.
“Pemerintah yang berhasil itu pemerintah yang mampu mensejahterakan rakyat,” tegasnya.
Selain isu lahan, Rokhmin juga memberikan catatan terkait kelesuan industri di sepanjang jalur Pantura Jawa Barat. Ia melihat adanya penurunan aktivitas ekonomi dan daya serap pasar yang mengakibatkan angka pengangguran di daerah tetap tinggi. Ia berharap pemerintah ke depan tidak hanya fokus pada pertumbuhan angka industri di atas kertas, tetapi juga memastikan adanya keseimbangan terhadap kesejahteraan nyata masyarakat kecil.
Editor : Tomi Indra Priyanto