Mahasiswa Unwir Tabur Bunga di Foto Rektor dan Ketua Yayasan, Ancam Aksi Lanjutan
Kendati demikian, dalam realitasnya di lapangan, jajaran pengambil kebijakan tertinggi universitas tersebut justru mangkir dari hadapan publik. Langkah mengutus perwakilan dinilai mahasiswa sebagai bentuk ketidakseriusan dalam menyelesaikan konflik internal kampus.
“Pada kenyataannya, hari ini yang hadir hanya pengurus yayasan dan para wakil rektor saja. Sementara Prof. Ujang dan Prof. Ipong tidak hadir,” katanya menambahkan.
Danu bahkan tidak segan-segan melontarkan kritik yang taja terhadap integritas dan sikap yang ditunjukkan oleh jajaran dewan pembina yayasan penanggung jawab kampus.
“Maka dari itu sulit untuk mengatakan bahwa pembina yayasan ini memiliki moral,” tegasnya.
Dalam tuntutan formal yang dibawa sepanjang aksi demonstrasi Universitas Wiralodra tersebut, mahasiswa menggarisbawahi tiga poin krusial yang mendesak untuk segera diselesaikan. Poin-poin tersebut mencakup aspek akuntabilitas keuangan secara menyeluruh, pembenahan prasarana perkuliahan yang rusak, hingga pertanggungjawaban hukum atas dugaan kebocoran anggaran internal institusi dalam jumlah yang sangat fantastis.
“Yang pertama mengenai transparansi anggaran, yang kedua mengenai perbaikan sarana prasarana, dan yang ketiga mengenai kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya uang sebesar Rp2,3 miliar sesuai audit dari Irjen,” kata Danu.
Editor : Tomi Indra Priyanto