Mahasiswa Unwir Tabur Bunga di Foto Rektor dan Ketua Yayasan, Ancam Aksi Lanjutan
Bukan tanpa alasan, tuntutan ini juga diperkuat dengan temuan berkas fisik oleh organisasi mahasiswa. Danu menyebut dokumen serta kompilasi data finansial yang mereka peroleh dari pihak internal kampus masih sangat meragukan secara hukum tata usaha karena cacat administrasi.
“Data ini sebenarnya masih rancu karena belum ada tanda tangannya,” ujarnya.
Meski diwarnai ketegangan, perwakilan pengurus yayasan akhirnya bersedia menemui korlap aksi secara terbatas. Pihak yayasan menjanjikan sebuah forum audiensi lanjutan yang dijadwalkan matang pada Selasa pekan depan, dengan jaminan akan menghadirkan Prof. Ujang dan Prof. Ipong secara tatap muka tanpa diwakili.
“Selasa minggu depan bakal ada audiensi lanjutan lagi,” kata Danu.
Merespons janji tersebut, MPM Unwir memberikan masa tenggang waktu selama satu pekan penuh kepada otoritas kampus untuk menepati komitmennya. Namun, apabila pada waktu yang ditentukan para pimpinan tertinggi universitas kembali mangkir, mahasiswa menegaskan siap memobilisasi massa dalam jumlah yang jauh lebih masif guna melumpuhkan total aktivitas perkuliahan.
“Kemungkinan besar akan ada aksi lagi jika memang Prof. Ujang dan Prof. Ipong tidak hadir di hari Selasa,” tegas Danu.
Editor : Tomi Indra Priyanto