Pupuk Subsidi di Indramayu Terbesar di Jabar, Serapan Baru 45 Persen
Melihat angka persentase penyerapan yang belum maksimal tersebut, otoritas pengawas justru menilai kondisi ini sebagai indikator positif. Hal tersebut membuktikan bahwa ketersediaan cadangan pupuk subsidi di Indramayu masih relatif melimpah, sehingga potensi terjadinya kelangkaan pupuk di tingkat petani bawah dapat diminimalisasi secara optimal.
“Kalau melihat histori tahun-tahun sebelumnya, alokasi tahun ini paling besar. Jadi kemungkinan kekurangan pupuk minim,” katanya.
Sebagai perbandingan logis, pada tahun anggaran sebelumnya, total realisasi penyerapan pupuk bersubsidi oleh kelompok tani di Indramayu mampu menyentuh angka hampir 128 ribu ton hingga tutup tahun buku. Dengan tren serapan yang berjalan linear saat ini, manajemen optimis pemenuhan kebutuhan dasar pertanian di wilayah tersebut akan terpenuhi dengan aman tanpa gejolak pasokan.
“Tahun lalu penyerapan sampai akhir tahun sekitar 128 ribu ton. Sekarang baru sekitar 45 persen. Jadi hitung-hitungan sementara masih aman,” tandasnya.
Pihak pengawas memproyeksikan pergerakan kurva penyerapan komoditas pupuk subsidi di Indramayu ini akan kembali mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan permintaan tersebut diperkirakan terjadi saat para petani mulai memasuki siklus musim tanam berikutnya, yang diprediksi jatuh pada rentang bulan Juni hingga Juli 2026 mendatang.
Editor : Tomi Indra Priyanto