30 SPPG di Indramayu Dievaluasi, BGN Pastikan IPAL Sesuai Standar Lingkungan
Demi keamanan jangka panjang, Ayu mengatakan, pihaknya secara tegas mendorong agar seluruh manajemen pengelola dapur gizi beralih menggunakan sistem IPAL konvensional yang terstruktur. Pilihan sistem ini dinilai jauh lebih aman secara higienitas serta memiliki pola pemeliharaan berkala yang lebih mudah dibanding sistem manual konvensional yang memanfaatkan sumur resapan tanah.
“Kalau menggunakan sistem manual dengan sumur resapan, dikhawatirkan limbah bisa menyebar ke sumber air masyarakat apabila tidak optimal,” ujarnya.
Selain mengandalkan pengawasan dari petugas dinas, ia juga meminta peran serta aktif dari elemen masyarakat untuk ikut melakukan fungsi kontrol sosial jika masih ditemukan adanya oknum petugas lapangan yang membandel di wilayah pemukiman.
“Kalau ada SPPG yang masih membuang limbah sembarangan atau belum memiliki IPAL, masyarakat bisa melapor melalui Instagram SPPG Kabupaten Indramayu,” ucapnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto