get app
inews
Aa Text
Read Next : Kilang Balongan Beroperasi Normal, Stok BBM Jelang Nataru Dipastikan Aman

Kenaikan Pertamax Picu Migrasi Konsumen, Anggota DPR RI Jelaskan Alasan Penyesuaian Tarif

Senin, 15 Juni 2026 | 11:39 WIB
header img
Anggota DPR RI Herman Khaeron saat memberikan keterangan pers mengenai dampak geopolitik global terhadap kenaikan harga Pertamax di Indonesia, Senin (15/6/2026). (Foto: Wahyu Topami)

Herman Khaeron memaparkan bahwa jenis bahan bakar Pertamax masuk ke dalam kategori BBM nonsubsidi yang secara regulasi menggunakan skema floating price atau harga mengambang. Dengan sistem ini, maka nominal harga jual eceran di stasiun pengisian bahan bakar umum akan selalu bergerak dinamis mengikuti grafik fluktuasi minyak mentah dunia serta nilai tukar mata uang internasional.

“Pemerintah tetap menjaga daya beli masyarakat sehingga kenaikannya tidak dilepas sepenuhnya mengikuti harga internasional,” katanya.

Politikus senayan ini menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan karena komoditas energi yang menyentuh hajat hidup orang banyak atau sektor logistik massal dipastikan tidak akan diganggu gugat. Berbeda dengan Pertamax, jenis bahan bakar yang mendapatkan subsidi penuh dari kas negara seperti Pertalite dan Solar tetap diproteksi secara ketat agar tidak mengalami lonjakan tarif hingga akhir tahun 2026 mendatang.

“Yang disubsidi itu Pertalite dan Solar. Dua instrumen itu yang dijaga pemerintah,” ujarnya.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut