Bantuan Plastik Tambak Berubah Sepihak, Petani Garam di Indramayu Protes
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Sinar matahari yang terik di sepanjang jalur pesisir utara mestinya menjadi berkah melimpah bagi para produsen kristal putih penghias cita rasa kuliner nusantara. Namun, kegembiraan menyambut musim produksi kali ini justru terus terusik oleh rasa tidak puas yang merebak di kalangan masyarakat pesisir pangkalan tambak.
Di tengah upaya meningkatkan produktivitas komoditas lokal lewat digitalisasi dan modernisasi sarana prasarana, muncul kendala baru dalam skema distribusi logistik dari pusat. Riak protes pun mulai bermunculan ke permukaan akibat adanya ketidaksesuaian realisasi program kerja yang dirasakan secara langsung oleh kelompok petani garam di Indramayu akhir-akhir ini.
Sejumlah petani garam di Indramayu, tepatnya di wilayah Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu mengeluhkan pembagian bantuan plastik geomembran yang dinilai tidak sesuai dengan hasil sosialisasi awal. Langkah pemangkasan sepihak ini memicu gelombang keberatan karena dianggap mencederai komitmen awal yang telah disepakati bersama dalam forum resmi pembinaan sebelum barang diturunkan ke pangkalan desa.
Salah satu petani garam, Yos Firdaus, mengaku kecewa karena bantuan yang awalnya dijanjikan tiga rol geomembran per penerima manfaat, justru saat dibagikan secara nyata jumlahnya merosot drastis hanya menjadi satu rol saja per kepala keluarga pemilik tambak.
“Awalnya kami dikumpulkan semua KPM (Kelompok Penerima Manfaat) dan diberitahu kalau satu penerima mendapatkan tiga rol plastik geomembran,” ujar Yos, Selasa (7/7/2026).
Editor : Tomi Indra Priyanto