Golkar Tuding Bupati Indramayu Abai Tangani Rob Eretan, Risman: Warga Masih Menunggu Janji Kampanye
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Indramayu yang membidangi sektor infrastruktur itu juga mengingatkan memori publik. Ia menyebut bahwa penanganan banjir rob di Kandanghaur Indramayu sebenarnya pernah menjadi salah satu janji politik saat Bupati Lucky Hakim berkampanye. Namun, menurut pemantauan legislatif di lapangan, hingga kini warga terdampak belum melihat adanya langkah konkret dari janji tersebut.
"Saat ini mestinya menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki kondisi Eretan. Tapi menurut warga di sana, tidak ada satu pun pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah daerah untuk mengatasi rob. Bahkan Pak Lucky pun belum pernah datang ke Eretan Wetan, padahal masyarakat masih menunggu perhatian dan langkah konkret," ujarnya.
Risman menegaskan kembali bahwa dampak merusak dari banjir rob di Kandanghaur Indramayu tidak boleh disepelekan. Luapan air laut tidak hanya mengancam area permukiman warga setempat. Selain itu, banjir air pasang ini juga menghancurkan sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat.
"Dampaknya luar biasa besar. Bukan hanya permukiman yang terancam, tetapi juga persawahan di enam desa ikut terendam. Berapa hektare sawah gagal tanam selama dua musim ini tentu menuntut perhatian serius dari pemerintah," tegasnya.
Oleh karena itu, politisi Partai Golkar tersebut mendesak Pemkab Indramayu untuk segera merealisasikan pembangunan proyek fisik pengendali rob di kawasan Eretan. Pembangunan tanggul atau sistem drainase yang layak diperlukan agar kerugian material masyarakat tidak terus berulang setiap tahun. Menurutnya, penanganan rob tidak boleh hanya berakhir menjadi komoditas janji politik, melainkan harus diwujudkan lewat kerja nyata di lapangan.
Editor : Tomi Indra Priyanto