Ia menegaskan bahwa seluruh skema dipersiapkan paralel mengingat jumlah kepala keluarga di kawasan terdampak cukup besar dan tidak bisa dipaksakan pada satu solusi tunggal.
“Karena memang ini kepala keluarganya kan banyak bukan cuman satu. Maka dari itu ada yang mau relokasi, ada yang tidak mau relokasi, tapi kita siapin semuanya,” tambahnya.
Lucky menyebut bahwa lahan relokasi sudah tersedia dan akan mulai dimanfaatkan pada 2026.
Baca Juga:
“2026 ya relokasi itu sudah ada, (lahan) sudah siap,” tandasnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
News Update
