INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Musim tanam bagi para petani di Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, kini dibayangi kecemasan. Bukan karena lonjakan harga yang gila-gilaan, melainkan sulitnya mendapatkan stok pupuk bersubsidi di pasaran yang kian langka.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh Darwan, salah seorang petani yang ditemui di sela-sela kesibukannya di persawahan Desa Lombang. Ia mengaku harus berjibaku untuk mendapatkan asupan nutrisi bagi tanaman padinya akibat alokasi yang tidak kunjung tersedia di tingkat pengecer.
"Beli pupuk sekarang susah sekali. Kalau soal harga, sekarang satu kuintal atau dua karung (pupuk subsidi) itu harganya Rp300 ribu. Sebenarnya kalau harga masih standar, cuma barangnya itu yang sulit dicari," ungkap Darwan, Kamis, 5 Februari 2026.
Pupuk Bersubsidi: Napas Kehidupan Petani
Bagi masyarakat agraris di Juntinyuat, pupuk bersubsidi adalah komponen vital yang menentukan masa depan panen mereka. Tanpa pemupukan yang tepat waktu, pertumbuhan padi dipastikan akan terhambat dan mengancam produktivitas lahan secara drastis.
Darwan menekankan bahwa kestabilan harga yang ditetapkan pemerintah tidak akan berarti apa-apa jika fisik barangnya tidak tersedia di kios-kios resmi saat dibutuhkan. Menurutnya, kesulitan pupuk Indramayu ini dirasakan merata oleh rekan-rekan sesama petani di wilayahnya.
"Susah belinya. Harapannya kalau ke pemerintah, orang tani mah yang penting beli pupuk jangan susah. Itu saja harapan semua orang tani. Kalau barangnya tidak ada, kita mau memupuk pakai apa?" tambahnya dengan nada kecewa.
Menanti Solusi Distribusi dan Alokasi
Para petani berharap pemerintah daerah maupun dinas terkait segera turun tangan untuk membenahi alur distribusi dan memastikan kuota pupuk bersubsidi sampai ke tangan yang berhak. Kelangkaan ini dianggap menjadi beban mental tersendiri di tengah perjuangan mereka menjaga status Indramayu sebagai lumbung pangan nasional.
"Kalau pupuk susah, mau menanam padi juga susah semua prosesnya. Kami hanya ingin pasokan lancar supaya bisa fokus mengurus sawah dengan tenang," pungkas Darwan.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
