INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Kehadiran program intervensi harga pangan di tengah masyarakat kembali mendapat respons positif sekaligus catatan kritis. Kegiatan Gerakan Pangan Murah Indramayu yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu dinilai sangat membantu warga kecil dalam mendapatkan komoditas berkualitas dengan harga miring.
Namun, di balik kesuksesan acara tersebut, muncul keluhan mengenai sasaran penerima manfaat. Sejumlah warga menyayangkan adanya keterlibatan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang turut memborong stok pangan, padahal program ini diprioritaskan untuk masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.
Apresiasi Kualitas Daging Beku dan Harga Stabil
Salah seorang pengunjung, Yuli, menyatakan rasa syukurnya atas adanya bazar pangan ini. Menurutnya, harga yang ditawarkan sangat membantu menstabilkan pengeluaran rumah tangga, terutama untuk komoditas daging dan sayuran.
Yuli secara khusus mengapresiasi ketersediaan daging sapi beku yang harganya jauh di bawah harga pasar reguler. Meski merupakan daging impor yang dibekukan, kualitasnya dianggap sangat layak untuk konsumsi keluarga dengan harga yang sangat bersahabat.
"Alhamdulillah bisa membantu (rakyat) kecil ya. Agar harganya tuh stabil. Ada Rp5.000 sayuran, daging. Begitu. Ayam juga 37 satu ekornya," ujar Yuli di halaman DKPP, Senin (9/3/2026).
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
