INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Inovasi sektor kelautan berupa produksi garam kristal Indramayu kini mendapatkan perhatian serius dari parlemen pusat. Pengembangan komoditas unggulan ini dinilai sebagai langkah maju yang mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi para petambak di pesisir utara Jawa Barat.
Lokasi pengembangan teknologi ini berada di Kecamatan Juntinyuat, yang dikelola secara kolaboratif oleh Yayasan Sas Nalendra Darma Raga bersama kelompok petambak setempat. Dalam sebuah peninjauan lapangan, Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, memberikan apresiasi tinggi terhadap metode produksi tersebut karena dianggap jauh lebih produktif dibandingkan dengan cara tradisional yang selama ini dijalankan oleh masyarakat.
“Buat saya ini breakthrough atau terobosan yang bagus. Selama ini kita mengenal produksi garam dengan metode konvensional melalui penguapan dengan produktivitas sekitar 70 ton per hektare per tahun,” ujar Rokhmin Dahuri, Kamis (7/5/2026).
Tokoh yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini menjelaskan bahwa dunia inovasi perikanan terus mengalami transformasi guna mengejar efisiensi hasil. Ia membandingkan bagaimana intervensi teknologi, mulai dari penggunaan media geomembran hingga teknik ulir yang digagas pemerintah, telah memberikan dampak nyata pada peningkatan tonase panen para petambak.
“Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam 10 tahun terakhir mencoba metode lain seperti geomembran dan teknik ulir. Itu bisa meningkatkan produktivitas menjadi sekitar 120 ton per hektare per tahun,” katanya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
