“Alhamdulillah ular berhasil dievakuasi dengan aman dan situasi kembali kondusif,” katanya.
Pasca-penanganan tersebut, Retno mengimbau masyarakat agar tetap waspada apabila menemukan hewan liar masuk ke permukiman maupun tempat usaha, terutama saat cuaca tidak menentu seperti sekarang ini yang kerap memaksa satwa keluar dari habitat aslinya.
“Kalau masyarakat menemukan ular atau hewan berbahaya lainnya, sebaiknya jangan ditangani sendiri. Segera laporkan ke petugas agar bisa dievakuasi dengan aman,” ucapnya.
Dalam proses evakuasi yang berjalan dramatis tersebut, sejumlah personel terlatih dari Mako Damkar Kabupaten Indramayu turut diterjunkan ke area konflik. Di antaranya adalah Moch Warsito, Sujono, Adhitya Rakhman, Johan Mukhari, Erahanda, Aden Arifno, dan Jajat Wibisono.
Ular coros yang berhasil diamankan tersebut selanjutnya dibawa ke markas komando sebelum nantinya dilepaskan kembali ke habitat yang jauh dari jangkauan permukiman warga.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
