Laely menyebutkan, peserta kegiatan pemberdayaan teknologi ini berasal dari sembilan Desbumi dampingan Migrant Care yang tersebar di sejumlah kecamatan strategis di wilayah Indramayu. Di antaranya adalah Desa Lohbener dan Desa Sindangkerta di wilayah Kecamatan Lohbener, Desa Jatisawit di Kecamatan Jatibarang, Desa Tinumpuk, Desa Juntikedokan, serta Desa Segeran Lor di Kecamatan Juntinyuat. Selanjutnya ada Desa Majasih di Kecamatan Sliyeg, hingga Desa Kali Anyar di Kecamatan Krangkeng.
“Harapannya ke depan teman-teman koperasi dan pelaku usaha produktif bisa lebih modern dalam pencatatan keuangan, lebih tertata, dan lebih transparan,” ungkapnya.
Melalui langkah taktis ini, selain memperkuat layanan migrasi aman dan pendampingan kasus pekerja migran di Indramayu yang bermasalah di luar negeri, lembaga Migrant Care juga secara simultan terus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga buruh migran melalui pengembangan koperasi dan UMKM di tingkat desa agar mereka tidak perlu kembali ke luar negeri untuk mencari nafkah.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
