INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Komitmen tinggi untuk mendongkrak kelas ekonomi keluarga purna pekerja migran di Indramayu terus digulirkan melalui serangkaian program penguatan kapasitas digital. Berdasarkan data resmi dari KP2MI pada tahun 2025 kemarin, Kabupaten Indramayu nyatanya masih menempati posisi teratas sebagai daerah nomor satu pengirim tenaga kerja luar negeri di Indonesia dengan catatan sebanyak 21.182 warga.
Fenomena tingginya angka tersebut mendorong lembaga swadaya Migrant Care Indramayu untuk memperkuat pondasi kemandirian ekonomi purna pekerja migran di Indramayu melalui pelatihan administrasi keuangan digital untuk koperasi dan pelaku UMKM Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi).
Kegiatan bertajuk Pelatihan Administrasi Keuangan Berbasis Aplikasi Sederhana untuk Koperasi Konsumen Desa Peduli Buruh Migran dan Usaha Produktif DESBUMI itu digelar dengan melibatkan pengurus koperasi serta pelaku UMKM dari sembilan desa dampingan Migrant Care di Kabupaten Indramayu. Langkah ini dirancang khusus guna menjawab tantangan zaman terkait pengelolaan bisnis pedesaan.
Koordinator Migrant Care Indramayu, Laely Khiyaroh mengatakan, pelatihan tersebut digelar karena masih banyak keterbatasan dalam pengelolaan administrasi dan pencatatan keuangan koperasi maupun usaha produktif milik purna pekerja migran.
“Sebetulnya ini acara dari Migrant Care berupa pelatihan administrasi keuangan berbasis aplikasi sederhana untuk koperasi Desa Peduli Buruh Migran dan usaha produktif Desbumi,” ujar Laely, Jumat (29/5/2026).
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
