INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Upaya penyelamatan aset daerah bergerak ke arah yang lebih progresif seiring dengan lahirnya komitmen kuat dari jajaran eksekutif dan legislatif. Penyehatan struktur lembaga keuangan lokal dinilai krusial guna mengembalikan fungsi intermediasi perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kelas bawah.
Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen operasional serta pemenuhan regulasi hukum menjadi langkah awal yang wajib ditempuh agar korporasi tidak lagi terbebani oleh masalah masa lalu. Komitmen pemulihan usaha ini ditunjukkan melalui pembenahan tata kelola pada instansi Bank Indramayu Jabar yang kini status performa keuangannya perlahan mulai merangkak naik.
Keberadaan Bank Indramayu Jabar (BIMJ) mulai kembali menjadi perhatian publik setelah Pemerintah Kabupaten Indramayu menunjukkan komitmennya untuk menyehatkan badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut. Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, Ruswa, saat menjelaskan sejarah hingga kondisi terkini BIMJ yang kini menjadi satu-satunya BUMD sektor perbankan milik Pemkab Indramayu.
Menurut Ruswa, BIMJ merupakan singkatan dari Bank Indramayu Jabar yang merupakan bagian dari BUMD milik Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“BUMJ itu kepanjangannya Bank Indramayu Jabar. Ini adalah BUMD milik Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tapi kepemilikan saham mayoritas ada di Pemerintah Kabupaten Indramayu,” ujar Ruswa, Kamis (25/6/2026).
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
