Di tengah arus modernisasi dan budaya serba instan, keberadaan Tradisi Bubur Sura Legok di Desa Legok menjadi pengingat bahwa nilai gotong royong dan kebersamaan masih hidup di masyarakat pedesaan.
Tradisi ini bukan hanya tentang semangkuk bubur, melainkan tentang bagaimana masyarakat menjaga hubungan sosial, merawat budaya leluhur, dan mensyukuri kehidupan melalui cara-cara sederhana yang penuh makna. Melalui pelestarian budaya di bulan Suro ini, ikatan emosional antargenerasi di wilayah Lohbener diharapkan tetap kokoh terikat.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
