Korban Tewas Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu Bertambah Menjadi 11 Orang

Wahyu Topami
Proses penanganan darurat para korban pasca-terjadinya kecelakaan maut Pantura Indramayu di Kecamatan Lohbener, Minggu (12/7/2026). (Foto: Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan maut Pantura Indramayu dipastikan mengalami peningkatan signifikan. Peristiwa kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan ini terjadi di Jalan Raya Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu pada Minggu (12/7/2026). Data korban jiwa terus bergerak bertambah seiring masa kedaruratan di rumah sakit.

Sebelumnya, KBO Satlantas Polres Indramayu, Ipda Masnan, menyampaikan sebanyak tiga orang meninggal dunia berdasarkan data awal di lokasi kejadian. Namun, proses penanganan medis berjalan dinamis di ruang perawatan intensif. Sejumlah korban kecelakaan maut Pantura Indramayu yang awalnya mengalami luka berat akhirnya dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.

Dokter jaga IGD Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu, dr. Hengky Nurcipto, memberikan rincian data medis para korban. Ia mengatakan pihak rumah sakit menerima kedatangan para pasien tersebut dalam kondisi yang bervariasi.

"Total pasien yang datang ke kami ada 10 orang. Satu meninggal dalam perjalanan, tiga korban datang dalam kondisi sangat berat dan akhirnya tidak dapat diselamatkan meskipun sudah kami lakukan penanganan maksimal," kata dr. Hengky kepada wartawan.

Ia menjelaskan enam korban lainnya hingga kini masih harus menjalani perawatan intensif dari tim medis. Sebagian pasien direncanakan akan segera menjalani tindakan operasi akibat luka fisik yang cukup fatal.

"Sebagian besar pasien mengalami patah tulang dan cedera kepala. Beberapa hasil CT Scan juga menunjukkan adanya perdarahan di dalam otak," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kuwu) Cempeh, Kecamatan Lelea, Carkana, turut memantau perkembangan kondisi warganya. Carkana membenarkan adanya lonjakan angka kematian dari warganya yang menjadi korban kecelakaan maut Pantura Indramayu tersebut.

"Informasi terakhir yang kami terima, korban meninggal sudah 10 orang. Delapan meninggal di rumah sakit, kemudian ada dua lagi yang meninggal setelah dirawat," kata Carkana.

Menurut penuturannya, seluruh korban di dalam mobil tersebut merupakan satu rombongan warga Desa Cempeh. Mereka baru saja pulang mengantar pengantin dari wilayah Parean sebelum tragedi itu terjadi. Mobil rombongan mengalami kecelakaan saat hendak berputar arah tepat di depan SPBU Kiajaran Kulon.

Hingga saat ini, laporan terbaru di lapangan menyebutkan bahwa total korban tewas kini telah bertambah menjadi 11 orang. Namun, data yang baru dikonfirmasikan oleh pihak Kepala Desa Cempeh secara resmi adalah 10 orang. Untuk kepastian angka akurat mengenai jumlah korban meninggal dan luka, publik masih harus menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak kepolisian.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network