Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Anak Muda Indramayu Makin Enggan Jadi Petani, Padahal Regenerasi Itu Penting
Advertisement . Scroll to see content

Bulog Tak Masuk, Gabah Petani Cikawung Indramayu Menumpuk Akibat Akses Jalan Buruk

Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:40 WIB
  • author Wahyu Topami
Bulog Tak Masuk, Gabah Petani Cikawung Indramayu Menumpuk Akibat Akses Jalan Buruk
Tumpukkan gabah petani di Indramayu. (Foto: Wahyu Topami)

Padahal, kehadiran Bulog dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas harga gabah serta membantu petani menjual hasil panennya.

Khaeri mengaku telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk dinas terkait, pemerintah kecamatan, hingga kementrian. Namun hingga kini, belum ada solusi yang diberikan.

“Sudah koordinasi dengan dinas pertanian, camat (Kroya), dan Kementrian Pertanian, tetapi belum ada jawaban,” ujarnya.

Saat ini, sebagian gabah miliknya masih tersimpan dan belum terjual. Ia menyebut jumlahnya mencapai sekitar 3,5 ton, sementara gabah milik petani lain juga masih banyak yang tertahan di area persawahan.

“Sekitar 3,5 ton, dan yang lainnya masih banyak di dalam,” katanya.

Para petani berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki akses jalan serta memastikan adanya penyerapan gabah, agar hasil panen tidak terus menumpuk dan merugikan petani.

Editor: Tomi Indra Priyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut