Ia juga menambahkan bahwa dampak kerusakan yang ditimbulkan sudah melampaui batas kewajaran bagi pemukiman warga.
"Bisa lebih dari 10 rumah air masuk ke rumah warga," tambahnya.
Drainase Sempit dan Ketiadaan Pembuangan Air
Situasi banjir di Desa Cibereng Indramayu ini bukan disebabkan oleh faktor alam semata, melainkan kegagalan manajemen infrastruktur yang kronis. Lebar drainase yang ada saat ini dianggap sangat tidak proporsional untuk menampung debit air hujan yang turun
Om Santa menegaskan bahwa keterbatasan saluran pembuangan adalah akar masalah yang selama ini diabaikan oleh pihak berwenang
"Drainasenya gak ada, sempit," tegasnya.
Buruknya tata kelola air ini menyebabkan warga harus berjibaku menyelamatkan perabotan dan membersihkan sisa lumpur berkali-kali dalam setahun. Warga merasa pembangunan di wilayah mereka tertinggal dibandingkan daerah lain di Kabupaten Indramayu yang mulai melakukan normalisasi saluran secara masif. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
