Pembelajaran Dialihkan ke Rumah (PJJ)
Meski pada Senin kegiatan belajar mengajar (KBM) sempat berjalan normal, pihak sekolah terpaksa mengambil langkah darurat pada hari Selasa. Keputusan PJJ diambil demi keselamatan siswa dan guru, mengingat akses di dalam sekolah sudah tidak memungkinkan untuk aktivitas fisik.
"Hari Selasa karena debit air terus meningkat, anak-anak kita lakukan pembelajaran jarak jauh. Insyaallah minggu depan masuk lagi, anak-anak sudah pada gatal pengen ke sekolah," jelas Sari.
Pihak sekolah memastikan tetap memantau jalannya KBM daring hingga situasi benar-benar kondusif, yang diperkirakan paling lama hingga hari Jumat.
Desakan untuk Pemkab Indramayu dan Pemprov Jabar
Kondisi banjir di SMAN 2 Indramayu ini memicu desakan keras dari pihak sekolah kepada pemangku kebijakan. Sari Ayu Trisna menegaskan bahwa bencana ini adalah masalah daerah yang membutuhkan sinergi lintas instansi, bukan sekadar perdebatan kewenangan administratif antara kabupaten dan provinsi.
"Kami harapkan adanya kepedulian dari instansi terkait, tidak hanya dari Provinsi Jawa Barat tetapi juga dari Kabupaten Indramayu. Karena ini kan bencana daerah," tegasnya.
Secara khusus, pihak sekolah juga melayangkan pesan terbuka kepada pimpinan daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat.
"Bapak KDM (Gubernur Jawa Barat) punten pak, ini gimana banjir, tolong-tolong, bapak ditunggu ke sini," pungkas Sari. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
