Penghentian sementara tersebut berlangsung mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026 atau hingga masa libur sekolah berakhir dan kegiatan belajar mengajar kembali dimulai secara serentak di wilayah Jawa Barat. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh sekolah mitra yang selama ini menjadi titik pembagian ransum harian.
Meski tidak beroperasi secara eksternal, Ayu menjelaskan masa jeda tersebut justru dimanfaatkan sejumlah SPPG untuk melakukan pembenahan fasilitas internal agar pelayanan program MBG di Indramayu bisa lebih maksimal saat kembali berjalan. Kebersihan dapur umum dan standardisasi peralatan masak menjadi prioritas utama pembenahan.
“Beberapa SPPG memanfaatkan waktu libur ini untuk melakukan perbaikan-perbaikan fasilitas. Kami meminta mitra yang bekerja sama dengan BGN agar mempersiapkan sarana yang lebih baik sehingga ketika tahun ajaran baru dimulai, operasional sudah lebih siap,” katanya.
Menurut Ayu, langkah pembenahan infrastruktur masak tersebut dilakukan agar kualitas pelayanan makan bergizi gratis kepada para siswa penerima manfaat di Indramayu dapat terus meningkat secara signifikan tanpa kendala teknis.
“Harapannya nanti saat operasional kembali berjalan, kami bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada para penerima manfaat,” ungkapnya.
Keberadaan program MBG di Indramayu sendiri menjadi salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi pelajar melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi secara rutin di sekolah-sekolah. Melalui perbaikan fasilitas selama libur tengah tahun ini, diharapkan standar higienitas katering sekolah dapat melampaui capaian semester sebelumnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
