INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Pelaksanaan agenda pemenuhan nutrisi nasional bagi kalangan pelajar di tingkat daerah kini tengah memasuki masa jeda berkala seiring dengan selesainya kalender akademik tahun ajaran berjalan. Langkah penghentian operasional ini bersifat reguler dan mengikuti dinamika aktivitas belajar mengajar di lingkungan lembaga pendidikan formal dari tingkat dasar hingga menengah.
Kendati aktivitas pembagian paket makanan ditiadakan untuk beberapa pekan ke depan, jajaran pengelola tingkat wilayah memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan penataan manajemen logistik. Kebijakan jeda distribusi pangan sehat ini salah satunya menyasar kelanjutan program MBG di Indramayu yang dikelola secara terpusat.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indramayu untuk sementara menghentikan seluruh aktivitas pendistribusian selama masa libur sekolah. Penghentian operasional tersebut dilakukan berdasarkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 yang mengatur penghentian sementara layanan kepada penerima manfaat selama masa jeda tahun ajaran. Langkah ini diambil untuk memastikan efektivitas anggaran belanja negara tepat sasaran dan tidak terbuang sia-sia saat siswa tidak berada di ruang kelas.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Program MBG Indramayu, Ayu Nabila Shintiya, mengatakan selama libur sekolah seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indramayu tidak melakukan aktivitas operasional maupun distribusi makanan bergizi kepada siswa.
“Selama libur sekolah berdasarkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 dijelaskan bahwa tidak ada pendistribusian kepada penerima manfaat. Jadi selama masa liburan ini SPPG tidak ada operasional sama sekali,” ujar Ayu Nabila Shintiya, Rabu (1/7/2026).
Penghentian sementara tersebut berlangsung mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026 atau hingga masa libur sekolah berakhir dan kegiatan belajar mengajar kembali dimulai secara serentak di wilayah Jawa Barat. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh sekolah mitra yang selama ini menjadi titik pembagian ransum harian.
Meski tidak beroperasi secara eksternal, Ayu menjelaskan masa jeda tersebut justru dimanfaatkan sejumlah SPPG untuk melakukan pembenahan fasilitas internal agar pelayanan program MBG di Indramayu bisa lebih maksimal saat kembali berjalan. Kebersihan dapur umum dan standardisasi peralatan masak menjadi prioritas utama pembenahan.
“Beberapa SPPG memanfaatkan waktu libur ini untuk melakukan perbaikan-perbaikan fasilitas. Kami meminta mitra yang bekerja sama dengan BGN agar mempersiapkan sarana yang lebih baik sehingga ketika tahun ajaran baru dimulai, operasional sudah lebih siap,” katanya.
Menurut Ayu, langkah pembenahan infrastruktur masak tersebut dilakukan agar kualitas pelayanan makan bergizi gratis kepada para siswa penerima manfaat di Indramayu dapat terus meningkat secara signifikan tanpa kendala teknis.
“Harapannya nanti saat operasional kembali berjalan, kami bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada para penerima manfaat,” ungkapnya.
Keberadaan program MBG di Indramayu sendiri menjadi salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi pelajar melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi secara rutin di sekolah-sekolah. Melalui perbaikan fasilitas selama libur tengah tahun ini, diharapkan standar higienitas katering sekolah dapat melampaui capaian semester sebelumnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
