Prio Cabut Kuasa Toni RM, Sebut Ririn Pelaku Utama Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman Indramayu
Berdasarkan penuturan terbaru Prio, modus operandi bermula ketika ia dan Ririn bertamu ke kediaman korban dengan kedok kemitraan komersial di bidang logistik sembako. Ia pun tak menampik adanya janji kompensasi finansial yang menggiurkan dari Ririn jika bersedia menemani perjalanan malam tersebut.
“Ririn mengiming-imingi bisnis bersama korban. Saya juga diiming-imingi uang Rp100 juta,” katanya.
Alur pembantaian itu digambarkan berjalan sangat sistematis. Korban atas nama Budi menjadi sasaran pertama yang dihabisi di dalam area toko sembako kelontong, sebelum akhirnya Ririn bergerak kembali menyisir rumah utama untuk melenyapkan anggota keluarga lainnya yang tersisa tanpa ampun.
“Ririn pun mengajak saya untuk menemaninya ke rumahnya korban, Budi. Dan di situ Ririn menghabisin Pak Sahroni, Euis, dan anak-anaknya,” ujar Prio.
Dalam momentum wawancara yang sama, Prio sekaligus mematahkan narasi persidangan terdahulu mengenai keterlibatan komplotan luar. Ia memastikan empat nama yang sempat santer disebut di persidangan merupakan figur fiktif yang sengaja diciptakan.
“Nama Aman Yani, Joko, Hadi dan Yoga itu semuanya bohong. Itu tidak benar,” katanya meluruskan desas-desus.
Editor : Tomi Indra Priyanto