Kemenag Indramayu Pilih Pembinaan, Nilai Tafsir Al-Qur'an Mimi Desi Tidak Tepat
Aghuts juga mengimbau masyarakat yang telah mengikuti kegiatan Mimi Desi agar kembali memperdalam ajaran Islam melalui sumber yang benar. Ia berharap masyarakat memperoleh pemahaman agama yang utuh sehingga tidak mudah menimbulkan perbedaan penafsiran.
"Marilah kita belajar kembali terhadap agama. Agama itu sesungguhnya bukan memunculkan masalah, tetapi memberikan kedamaian. Kalau menafsirkan Al-Qur'an kemudian muncul masalah, berarti ada kesalahan dalam menafsirkannya," ucapnya.
Ia kembali menegaskan bahwa fokus Kemenag adalah melakukan pembinaan, bukan memberikan penilaian bahwa suatu ajaran merupakan aliran sesat. Menurutnya, Kemenag akan terus berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menyikapi persoalan tersebut sesuai kewenangan masing-masing lembaga.
"Tugas kami melakukan pembinaan, bukan penyesatan. Karena penyesatan itu bukan kewenangan kami. Kami akan terus bekerja sama dengan MUI," pungkasnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto