Jajat menjelaskan, berdasarkan keterangan di lapangan, api pertama kali muncul dari bagian belakang rumah. Saat itu, pemilik rumah sedang berada di bagian depan.
"Pemilik rumah mendengar suara seperti kayu terbakar. Ketika masuk ke dalam rumah, api sudah membesar dan membakar bagian belakang rumah. Pemilik kemudian menyelamatkan diri, mengamankan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan, lalu meminta bantuan warga sekitar," ujarnya.
Sebelum petugas datang, warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Upaya tersebut dilakukan agar kobaran api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 1 jam 20 menit. Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 18.25 WIB. Penanganan kebakaran juga melibatkan unsur TNI, Polri, Pemerintah Desa Kertanegara, serta masyarakat setempat.
"Berkat kerja sama seluruh unsur, api berhasil dipadamkan sehingga situasi dapat segera dikendalikan," tutur Jajat.
Peristiwa rumah terbakar ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman. Damkar Kabupaten Indramayu mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik serta meminimalkan risiko kerugian yang lebih besar.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
